Jumat, 12 Agustus 2011

Kisah Seorang Pramuniaga. Eh?


Tadi pagi saya ke Surabaya. Tidak menginap, hanya mengambil beberapa surat di Kopertis lalu pulang. Selesai berbuka dan jalan-jalan, saya langsung pergi ke stasiun Gubeng untuk menunggu kereta menuju Jember. Jadwalnya jam 22.30. Yang saya sukai ketika menunggu kereta malam ialah adanya musisi yang membawakan komposisi klasik.

Saya ingat, dulu ketika gaji ayah belum lewat transfer dan harus diambil di Surabaya, tiap awal bulan saya selalu pergi ke kota pahlawan itu bareng ayah. Setelah ambil gaji, kami biasanya nonton bioskop dan makan-makan. Malamnya baru pulang ke Jember. Setiap menunggu kereta datang itulah, saya melemparkan lembaran rupiah pada para musisi stasiun sembari request lagu. Kadang Bee Gees. The Beatles. Atau The Eagles.

Tapi tadi malam saya tidak request lagu. Cukup mendengarkan sembari bercengkrama dengan Rina.

"Yak, lagu berikutnya adalah Kisah Seorang Pramuria" kata sang vokalis band stasiun itu. Setelah memainkan intro dan vokal mengalun lembut, Rina bertanya dengan lugu, "Ini lagu Kisah Seorang Pramuniaga kan?"

Saya hanya bisa menatap Rina dengan pandangan kasihan. Miris sekali pendidikan musiknya, hahaha. Entah dapat inspirasi dari mana ia hingga bisa menganti pramuria dengan pramuniaga. "Ngawur wae, lagu ini judulnya Kisah Seorang Pramugari" ujar saya bersemangat. Seperti guru yang mengajari muridnya hal baru.

Sedetik kemudian, kami berpandangan. Lalu saling tertawa terbahak. Mungkin kami sudah sama-sama mengantuk. Jadi otak tak lagi sinkron dengan mulut.

Ah, maafkan kami The Mercy's :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar