Sabtu, 06 Agustus 2011

Ciabatta dan Setangkup Sandwich Keju



Paris adalah kota yang sangat cantik. Saking cantiknya, ia berhasil membuat saya terbius, terus berjalan kaki, walau nyeri sudah terasa di bagian betis dan dengkul. Bahkan gedung perkantoran pun dibuat begitu elok. Membuat saya betah berlama-lama melangkahkan kaki.

Dari kastil Notre Dame, saya ingin berjalan kaki menuju Musee du Louvre alias museum Louvre. Di tengah perjalanan, saya kelaparan. Tak terisi sejak pagi, membuat para cacing dalam perut memainkan musik keroncong.

Saya tak perlu khawatir. Ada banyak jejeran penjual makanan di Paris. Tinggal memilih saja mana yang sesuai selera.

Akhirnya saya memilih satu toko roti yang terletak hanya beberapa meter di sebelah selatan Notre Dame. Banyak jenis roti disana. Termasuk Ciabatta. Roti ini adalah roti khas Italia yang bertekstur sedikit keras dan dalamnya berongga. Roti panjang ini lantas diisi berbagai topping. Mulai daging ayam, daging sapi, hingga ham. Ada juga Ciabatta sayuran untuk para vegetarian. Tapi harga yang terlalu mahal untuk sepotong roti (4 euro) membuat saya memilih roti lain.

Saya memilih cheese sandwich biasa. Dua lembar roti tawar dengan daging asap dan keju mozzarella di tengahnya. Ketika dihangatkan, keju mozzarella kembali meleleh, lumer di hard palate alias dinding atas tenggorokan. Begitu lezat dan menimbulkan liur. Tekstur roti tawar ini begitu lembut dan empuk, tapi tetap krispi karena dipanggang.

Ah, hari di Paris menjadi tambah renyah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar