Rabu, 10 Agustus 2011

Explore Europe

Teks: Yusuf
Foto: Yusuf & Taufiq


Kami benar-benar memulai perjalanan panjang selama 15 hari pada hari Rabu tanggal 20 Juli 2011 dari Kota Utrecht, Belanda dan mengakhiri pula disana sebelum terbang pulang ke Indonesia tercinta. Jadwal sudah ditangan meski belum final. Setelah lembur semalaman mencoba menyelesaikan itinerary, kami masih buntu apakah akan lanjut ke Barcelona, Spanyol setelah perjalanan Explore Roma, Italia atau langsung melanjutkan perjalanan ke Utara ke arah Brussel, Belgia via Swiss.

Kami pun belum menentukan kota mana di Swiss yang akan kami eksplorasi saat itu. Zurich menjadi prioritas utama kami. Jenewa merupakan alternatif ke dua, meski akhirnya justru Lucerne yang menjadi tempat eksplorasi kami di Swiss. Itu pun kami tentukan ketika kami berada di Wina. Alasannya sederhana: bujet. Namun setelah kami bandingkan dua kota tersebut melalui berbagai informasi di internet dan kamus para traveler, Lonely Planet, kami justru semakin sepakat bahwa Lucerne mempunyai keunggulan lain, yaitu pemandangan alamnya yang sangat mewakili pegunungan Alpen, pun puncak Eiger bakal menjadi latar eksplorasi kami... Go Lucerne go!!!!

Kami yakin jadwal bakal berubah setiap saat, sehingga kami pun sepakat menerapkan sistem running itinerary, tentu saja plot utama sudah kami tentukan. Kami mencoba realistis dengan terus berkompromi dengan kondisi fisik, bujet, dan jalur kereta. Second plan selalu kami sediakan ketika kami terpaksa harus mengubah jadwal ataupun jalur perjalanan.

Dari Utrecht, kami menuju Hamburg via Bremen, Jerman. Kami mengeksplorasi dua kota tersebut dan menginap di Hamburg. Hari kedua kami melanjutkan eksplorasi di kawasan Skandinavia. Tujuan pertama kami adalah dua kota metropolitan di Skandinavia Selatan: Kopenhagen, Denmark; dan Malmo, Swedia.

Kami menginap di Malmo dan mengeksplorasi kota tersebut pagi harinya. Sedangkan Kopenhagen siang hingga sore harinya dan kami langsung menggunakan kereta malam menuju Stockholm, Swedia. Kereta yang mogok 6 jam di Linkoping, Swedia cukup mengganggu jadwal perjalanan kami. Kota indah Stockholm hanya mendapatkan porsi eksplorasi selama 3 jam saja, sayang, karena kami sudah book hostel di Karlstad (The city of sunshine), sebuah kota di pinggir danau di pedalaman Swedia. Pagi harinya kami lanjutkan perjalanan menuju Oslo, Norwegia tentunya setelah kami melihat Karlstad dengan lebih dekat.






Kami tiba di Oslo hari Minggu, dua hari setelah tragedi dobel-teror di kota termahal di dunia tersebut. Kami menginap dua malam di kota tersebut karena kebetulan ada saudara. Jam 7 pagi kami lanjutkan perjalanan ke Goteborg, di pantai Barat Swedia, dan belanjut ke Malmo yang merupakan stasiun transit bagi kami di mana kereta malam kami menuju Berlin diberangkatkan.

Setelah eksplorasi Berlin selama sehari, sorenya kami kembali masuk kereta menuju Praha, Republik Ceko dan menginap disana. Tak salah kami memberikan porsi full-day di Praha sehingga keindahan kota tuanya bisa puas kami jelajahi. Kami mengunakan kereta malam dari Hlafni Nadrazi menuju Budapest, Hungaria via Wina, Austria. Kami harus mengubah rute yang sedianya via Slovakia karena pass kami tidak berlaku di Slovakia. Enam jam mengeksplor Budapest, kami pun kembali ke Wina dimana kami sudah reservasi sebuah kamar hotel untuk kembali mengistirahatkan tubuh.

Wina mendapatkan porsi full-day seperti halnya Praha, sehingga waktu istirahat dan eksplorasi kami pun cukup. Setelahnya kami kembali bersiap untuk bermalam di kereta menuju Venesia, Italia. Venesia yang menawan dan unik dengan kota airnya sangatlah mahal bagi kami para budget traveler. Kami habiskan waktu 6 jam di kota tersebut dan sorenya kembali melanjutkan perjalanan ke kota tua penuh sejarah, Roma. Pagi hingga siang hari berikutnya kami habiskan menjelajah Roma sebelum kembali melanjutkan perjalanan kami menuju Lucerne, Swiss.

Tujuan kami berikutnya adalah Brussel, Belgia menginap di kota tersebut, menjelajah dan tak lupa kami mampir dan mengeksplorasi dua kota cantik lainnya di Belgia: Gent dan Antwerpen. Belgia merupakan tujuan akhir dari perjalanan kami sebelum kembali ke basecamp kami selama di Eropa yaitu di Utrecht, Belanda.

Rute perjalanan 15 hari Eurail kami:
Utrecht (Belanda) Bremen (Jerman) Hamburg (Jerman) Malmo (Swedia) Kopenhagen (Denmark) Stockholm (Swedia) Karlstad (Swedia) Oslo (Norwegia) Goteborg (Swedia) Berlin (Jerman) Praha (Czeko) Budapest (Hungaria) Wina (Austria) Venesia (Italia) Roma (Italia) Lucerne (Swiss) Brussel (Belgia) Antwerpen (Belgia) Utrecht (Belanda)

Dan semoga perjalan kami ini nanti nya akan terbitkan dalam bentuk buku perjalanan "Explore Europe" akhir tahun nanti.



Traveling adalah nama tengah seorang Yusuf Solo. Dia adalah founder Explore Solo Community, sebuah komunitas pecinta traveling yang berusaha mengenalkan sisi lain Solo. Komunitas eksplorer ini lalu berkembang menjadi explore many places. Mulai Karimun, Belitung, hingga yang terbaru: explore Europe. Temui mahasiswa Magister Kajian Pariwisata UNS ini disini



Taufiq Almakmun adalah pecinta kembara. Selain menjadi co- founder Explore Solo Community, pria bujang ini juga begitu menikmati berkelana dari kota ke kota. Kesibukannya sebagai mahasiswa pasca sarjana American Studies di Utrecht University membuatnya leluasa menjelajahi kota-kota di jazirah Eropa. Temui alumnus Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Kentingan ini disini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar