Jumat, 29 Oktober 2010

Meycha: Gadis Cilik Penggemar Blind Melon

Sore ini, sembari melihat hujan, saya dengan khusyuk mendengarkan lagu-lagu Blind Melon dari album s/t mereka. Supaya lebih khusyuk, saya mendengarkan dengan headset buluk kesayangan saya. Karena itu pula, saya tak mendengar ada orang naik ke atas.

Ternyata yang naik adalah Meycha, anak tetangga sebelah yang masih berumur 3,5 tahun.

Meycha ini sampai beberapa minggu lalu, masih takut dengan saya. Jangankan ngobrol, melihat saya pun dia langsung nangis dan sekonyong-konyong minta dipeluk oleh neneknya. Apalagi dulu pas saya masih gondrong-gondrongnya, saya adalah mimpi buruk bagi bocah kecil ini.

Entah kenapa, sekarang dia sudah tak takut lagi dengan saya. Malah sekarang dia cenderung mencari saya kalau dia main kerumah. Seperti sore ini.

Ketika melihat saya mendengarkan musik dari headset, dia tiba-tiba mencolek saya dan berkata, "Echa mau denger." Ya sudah saya oper headset itu.

Tak dinyana, ternyata balita chubby ini suka Blind Melon. Buktinya, dia menolak ketika headsetnya mau saya ambil kembali.

"Jangan, lagunya enak!" kata dia semena-mena.

Akhirnya saya foto sekalian. Jadilah dia bergaya macam-macam. Awalnya gayanya adalah gaya standar anak kecil, jari telunjuk di tempelkan ke pipi. Tapi langsung saja saya ajari gaya baru. Ini dia beberapa foto Meycha dengan pose barunya.



Fuck You Marzuki Ali!

Oh ya, di album Blind Melon ini, track yang paling dia suka adalah Paper Scratcher, Holyman, Seed to A Tree, dan Time. Anehnya, dia paling tidak suka No Rain, track paling populer dan melambungkan nama Blind Melon. Dia mendeskripsikan No Rain sebagai "Suaranya tidak enak." Oh Shannon Hoon, maafkan dia, dia hanya anak kecil yang belum tahu apa-apa :)

Dasar Meycha... *menyimpan ambisi mengenalkan The Doors pada gadis kecil ini suatu saat nanti*


Rumah Arjasa, sore hari 29 Oktober 2010
Sembari mengunduh album Soup
Oh ya, yang ada di layar komputer itu gambar Blind Melon yang memainkan lagu California

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar