Sabtu, 05 Maret 2011

Andrey Gromico: Dari Sex in the Car Hingga Pretty Bad Boys


Kalian semua sudah kenal Andrey Gromico kan? Pria tipikal korban KDRT ini ternyata punya bakat menyanyi. Serius. Bakatnya bukan hanya menggoda om-om berpantat seksi atau motret model cantik yang bohay.

Miko juga bisa menyanyi.

Saya sadar akan hal itu ketika memergoki Miko menyanyikan lagu Beat It. Suaranya memang tak sama dengan Michael Jackson --Miko hanya punya satu kemiripan dengan idolanya itu: pedofilia, hahahaha. Tipikal suara Miko adalah bening dan melengking, sangat cocok untuk dijadikan vokalis band metal 80-an.

Nah, kebetulan, waktu itu saya punya band. Ya band kugiran dan amatiran gitu. Namanya Sex in the Car. Band ini sering bermasalah dengan vokalisnya. Vokalis band saya terlalu terobsesi dengan Hyde-nya Laruku. Sedang band kami memainkan tipikal lagu rock ala Jet atau The S.I.G.I.T, akhirnya gak pernah nyambung, hehehe.

Untuk mengisi kekosongan vokalis, saya mengajak Miko untuk manggung. Awalnya dia semangat sekali. Dia ternyata mempunyai obsesi untuk jadi rock star dan bisa tidur dengan banyak groupies.

Panggung pertama kami adalah di sebuah pameran buku yang diadakan oleh EO dari luar Jember. Awalnya saya tak punya keinginan untuk main disana. Tapi Miko yang saat itu jadi salah satu panitia mengajak saya untuk tampil dalam format akustik. Oke lah, saya setuju.

Nah, saya pun mengajak Miko untuk menyanyikan dua buah lagu. New Generation dan Live in New York. Semuanya adalah lagu dari The Super Insurgent Group of Intemperate Talent.

Hari H tiba, saya dan teman band sudah datang 30 menit sebelum manggung. Check sound pun beres. Penonton makin banyak memadati panggung yang sebenarnya cuma berupa undakan dengan tiga buah kursi. Mereka penasaran akan aksi Miko. Pasalnya, tak pernah ada orang tahu bahwa ternyata Miko bisa bernyanyi.

Ketika waktu tampil kurang 5 menit, saya kebingungan. Apa pasal? Ternyata Miko sang calon rock star itu menghilang. Ah, belum jadi rock star aja udah ngehe pake ngilang segala. Saya kelimpungan mencari Miko.

Ternyata calon rock star itu ada di luar gedung. Kebingungan dengan muka yang pias. Ada apa ini?

"Jancuk, aku ndredeg cuk. Kebelet ngeseng aku" ujar Miko dengan muka yang berpeluh keringat dingin. Wakakakaka, calon rock star matamu. Baru tampil akustikan aja sudah grogi dan kebelet beol. Dadio penyanyi dangdut wae cuk :D

Saya yang kejam dan bertangan besi tak perduli kalau Miko menghadapi demam panggungnya yang pertama. Saya seret dia untuk segera masuk ke dalam gedung.

Tanpa dinyana, Miko berontak dan lari. Saya pikir dia mau lari keluar kompleks gedung lewat pintu gerbang, saya sudah bersiap untuk berlari dan menyusulnya, biar mirip adegan di sinetron-sinetron. Ternyata dia berlari menuju tembok dan berniat memanjat tembok lantas keluar. Kau pikir ini film Escape from Alcatraz? :D

Saya ketawa ngakak sembari memegang ujung baju Miko. Miko juga ikut ketawa-ketiwi. Betapa tololnya kami berdua. Setelah saya paksa, akhirnya pria blegug ini mau masuk ke dalam.

Masalah tidak berhenti sampai di situ. Miko masih saja gagap dan terserang demam panggung yang hebat. Dia berkali-kali mengeluh kalau perutnya sakit dan kebelet beol. Brengsek benar calon dut star ini.

Untunglah demam panggung itu tak lama. Setelah memegang mic, si Miko tampak bisa sedikit mengatasi rasa cemasnya. Dia pun bernyanyi dua buah lagu dengan cukup baik. Meski pronounciationnya berantakan :D

Pengalaman kedua Sex in the Car manggung bareng Miko adalah ketika ada acara inaugurasi Dewan Kesenian Kampus, UKM Kesenian Fakultas Sastra. Saat itu Miko tidak begitu grogi karena vokalis utama Sex in the Car ikut manggung. Kami membawakan Black Amplifier dengan cukup bagus. Dan saya terlalu berkonsentrasi pada musik, sehingga tak melihat muka Miko yang barangkali saja kebelet beol part dua.

Pengalaman ketiga manggung bersama Miko adalah ketika saya sudah punya band baru. Pretty Bad Boys namanya. Saat itu kami manggung di acara pameran Sindikat, komunitas desain grafis Jember.

Saat itu saya menyuruh Miko untuk menghafalkan Only Love Can Break Your Heart, sebuah lagu lama milik Neil Young yang digarap ulang oleh The S.I.G.I.T. Serta Black Amplifier format akustik.

"Wis, gampang iku. Engko aku tak ngeprint wae teks-e, dadi engko nyanyi karo ndelok teks" ujar Miko. Akhirnya dia mencetak contekan dua lirik lagu itu 10 menit sebelum manggung.

Di tengah jalan menuju tempat manggung, hujan turun. Cukup deras. Untung tak lama, jadi kami tak basah kuyub. Tapi ada satu masalah: tinta di kertas contekan lirik itu luntur dan menghitamkan seluruh kertas.

Tak ada contekan lirik malam ini kawan. Rasakan itu :D

***
nb: Entah kenapa, saya kadang kangen dengan ketololan dan kepolosan Miko. Untuk memperingati Nyepi, maka saya tulis ini. Sekedar memoar bahwa meski Andrey Gromico adalah korban KDRT stadium 4, dia adalah mantan vokalis band. Juga untuk Miko yang seringkali merasa kesepian di tengah keramaian Jakarta. Ndang mulih nang Jember cuk.

Selamat Hari Raya Nyepi untuk yang merayakan :)

1 komentar:

  1. keren..hahaha
    iyo kangen pisan ambek mas mico..
    ckckckck

    BalasHapus