Selasa, 23 November 2010

Neng, Beli Vulsa-nya dong!


Gambar ini diambil Ayos ketika kami sedang di dalam angkot, dari hulu Citarum menuju Bandung kota. Perjalanan itu merupakan rangkaian dari perjalanan Wild Wild West, sebuah perjalanan melintasi dataran Jawa Barat. Di angkot ini, turut pula Maya Wuysang, seorang perempuan pecinta air terjun yang juga ikut sampai Curug Malela.

Teman-teman saya yang berdarah Sunda selalu menceritakan anekdot bahwa di tanah Sunda tak ada Permak Jeans, yang ada adalah Vermak Jeans. Pula, tak ada pesawat Foker, yang ada malah pesawat Poker. Sebaliknya, kalian tak akan bisa bermain poker, karena yang ada hanyalah permainan voker :)

Disadari atau tidak, disukai atau tidak, inilah yang membuat Indonesia begitu menarik untuk dijelajahi. Betapa ternyata Indonesia begitu kaya, termasuk kekayaan bahasa. Bahkan di pulau yang sama, ada berbagai bahasa dan ragam yang sangat berbeda satu sama lain. Itulah kenapa, saya ingin menjelajahi Indonesia dulu sebelum melangkahkan kaki keluar negeri.

Karena tak ada alasan untuk tidak mencintai Indonesia (Ayos Purwoaji, 2010)

Minggu, 21 November 2010

Magic Mushroom!*

Kalau kalian bosan makan rendang atau ayam goreng asam manis, bolehlah kalian mencoba varian lain dari dua menu itu: jamur.

Kalau biasanya yang direndang itu daging, yang dibikin asam manis itu ayam atau gurami, lalu yang dibikin sop itu ayam dan asparagus, lantas yang ditongseng itu daging kambing atau sapi, maka kalian harus mencoba makan di warung Jejamuran.

Warung ini terletak di daerah Pandowoharjo, Sleman. Saya mencobanya ketika sedang dalam perjalanan menuju Magelang. Warung ini kalau dari arah Yogya, ada di perempatan Beran Lor lalu belok kanan kira-kira 800 meter. Tak usah khawatir, ada plang besar yang menunjukkan lokasi warung ini.

Saya sendiri pergi ke warung ini bareng Ma'ruf, Maya, Yoga, Prima, dan Rusli.

Yang menarik dari warung ini adalah, warung ini juga berfungsi sebagai tempat edukasi bagi orang yang tertarik pada jamur. Di bagian belakang warung ini ada area yang dijadikan perkebunan jamur. Disana diperlihatkan berbagai jenis jamur, dari jamur tiram pink, jamur tiram, jamur lingzhie, sampai jamur shitake. Ada beberapa orang pemandu yang bisa menerangkan segala hal tentang jamur.

Siang makin panas, membuat perut makin keroncongan. Mari makan!

Saya memesan Jamur Asam Manis. Menu ini adalah berbagai jenis jamur yang digoreng garing lalu disiram dengan saus manis. Lalu ada irisan nanas, bawang bombay, cabe merah, dan potongan daun bawang pre.


Maya memesan jamur goreng tepung dan sop jamur. Sop ini adalah sop berkuah bening yang terdiri dari campuran jamur tremella, enoki, jamur merang, dan berbagai jenis sayuran sop.

Ma'ruf dan Yoga memesan jamur bakar pedas. Menu ini adalah jamur tiram yang dibakar dengan bumbu bakar pedas resep turunan sang pemilik warung.

Prima memesan Rendang Jamur. Masakan berwarna coklat tua ini adalah jamur champignon alias jamur kancing yang dimasak ala rendang.

Lalu Rusli memesan Tongseng Jamur, jamur merang yang dimasak tongseng.

Tak berapa lama kemudian, pesanan kami datang. Kami langsung makan dengan giras, layaknya orang barbar yang kelaparan.



Jamur asam manis rasanya lebih dominan manis, rawan bikin eneg sebenarnya. Cuman kalau dimakan bersama dengan nasi, rasa legitnya bisa bercampur dengan rasa nasi yang tawar, sehingga rasa manisnya bisa sedikit berkurang. Rasa nanasnya cukup memberikan aksen asam nan segar.

Yang patut dijadikan highlight adalah jamur bakar pedas. Saya tak tahu campuran bumbu apa yang dipakai, tapi rasa bumbu kacang yang pedas ini membuat lidah berjoged (pakai akhiran -d biar lebih mantap) gembira. Tekstur kacang yang masih sedikit kasar dan rasa pedas yang menggigit, begitu lezat. Tekstur jamur tiram yang kenyal malah membuat saya merasakan sedang menggigit daging sapi yang biar liat tapi tetap empuk.

Harga makanan di warung ini relatif terjangkau. Antara 6000-20.000 saja. Begitu pula harga minuman, antara 2000-10.000 saja.


Jadi kalau anda akan pergi ke daerah Magelang, tak ada salahnya mampir ke warung Jejamuran ini. Dijamin tidak menyesal.

Oh ya, saya merekomendasikan Jamur Bakar Pedasnya. Kalau kata Rusli, dia menyarankan Sate Jamur yang teksturnya hampir mirip daging. Lain kali kalau kesini lagi, saya akan mencoba sate jamur itu.

* Magic Mushroom (Psilocybin mushrooms) adalah jamur yang bila dimakan dapat menimbulkan halusinasi. Dulu juga saya pernah bikin lagu berjudul Magic Mushroom, yang sampai sekarang belum sempat direkam, dan liriknya hilang entah kemana. Dari dulu saya pengen makan magic mushroom ini, lantas ketika berhalusinasi saya akan menulis lirik. Siapa tahu jadi sekeren Purple Haze atau Stairway to Heaven. Sayang belum kesampaian hingga sekarang.