Selasa, 23 Oktober 2012

Sangkakala Merilis Single "Kansas"



Ternyata butuh waktu 2 tahun bagi Sangkakala untuk merilis album baru yang bertitel Heavy Metalitichum.

Sebelumnya pada tahun 2010 silam, band yang menasbihkan diri sebagai band beraliran "no wave Bantul heavy metal" ini merilis album bootleg dari konser mereka di Taman Budaya Yogyakarta yang diberi judul Macanista. Album itu dirilis melalui netlabel Yes No Wave.

Band yang beranggotakan Baron "Blankon" Kapulet Araruna (vokal), Ikbal Lubys (gitar), Rudy Atjeh (bass), dan Tatsoy (drum) adalah band yang terbentuk di kampus Institut Seni Yogyakarta. Dua motor Sangkakala, Blankon dan Rudy saat ini sibuk sebagai seniman seni rupa penuh waktu. Selain itu mereka juga tergabung dalam kolektif musik bentukan beberapa seniman Yogyakarta bernama Punkasila yang baru-baru ini merilis album kedua mereka bertajuk Crash Nation Mantra

Rudy bahkan baru saja menggelar pameran tunggal bertajuk Welcome to the Jungle. Dengan segala kesibukan itu, sebenarnya wajar kalau penggarapan album baru mereka memakan waktu lama. Walau begitu, Sangkakala sama sekali tidak menyalahkan kesibukan individu masing-masing personelnya.

"Mungkin yang lebih tepat adalah kami menjalani dan menikmati proses menjadi sebuah grup musik yang sebenarnya. Akan menjadi berbeda ketika semua dilalui secara instan," tutur Rudy kepada saya.

Akhirnya setelah melewati 2 tahun proses penggarapan, Heavy Metalitichum kini dinyatakan sudah siap untuk dirilis. Dinamakan Heavy Metalitichum karena nama tersebut melambangkan sebuah era, heavy metal.

"Nama itu berarti zaman logam berat, atau zaman heavy metal. Jadi album ini kami harapkan menjadi penanda dimana zaman heavy metal mengalami masa keemasan kembali dan Sangkakala ada di dalamnya," ujar Blankon dengan yakin.

"Bukan kembali mengenang kejayaan rock masa silam lho ya. Tapi tentang spiritnya yang masih melekat kental walaupun zaman berubah," tambah Rudy.

Sebagai pemanasan, single "Kansas" dirilis dan bisa diunduh gratis di sini atau di YesNoWave.com. "Kansas" sendiri sebenarnya merupakan akronim dari "Kami Anak Nakal Suatu Saat Akan Sadar," sebuah istilah yang terkenal pada era 90-an. Lagu ini merupakan lagu andalan Sangkakala namun batal dimasukkan ke dalam EP mereka terdahulu. Oleh karena itu kini diputuskan "Kansas" akan menjadi single pertama dari album terbaru.

"Kansas merupakan anthem untuk Macanista (julukan bagi penggemar Sangkakala) dan sebagai pengingat bahwa kami akan kembali meraung," kata Blankon.

Album Heavy Metalitichum rencananya akan keluar dalam rilisan unduh gratis, CD, exclusive collectible item, dan juga kaset. Kaset?

"Kaset itu bentuk rilisan yang jaya pada era 90-an, dan itu pantas dikoleksi," kata Tatsoy. Blankon dan Rudy juga menegaskan bahwa di saat era CD dan rilisan digital merajalela, kaset bisa menjadi collectible item. 

“Iya, kaset walau mungkin secara fungsi kurang bersahabat, tapi secara estetis mendukung. Jadi, kenapa tidak?” kata Blankon.

Bagi yang belum pernah dengar nama Sangkakala, band ini terbentuk di Bantul, Yogyakarta sejak tahun 2004. Saat baru mulai terbentuk, Sangkakala getol mengkampanyekan musik dan visual ala musik rock 80-an. Referensi mereka adalah band-band glam rock seperti Motley Crue, Pretty Boy Floyd, hingga Shotgun Messiah. Musik itu lantas dipadukan dengan dandanan glam, rambut mullet, sepatu hi-top, hingga legging berwarna terang.

Pada tahun 2010, kampanye glam rock ala Sangkakala makin meluas. Pada hajatan seni rupa Yogyakarta, Bienalle X, Sangkakala menghelat proyek seni multi-disiplin bertajuk Macanista. Proyek ini terdiri dari beberapa kegiatan yang menekankan glam rock sebagai highlight, seperti glam-rock hairstyling, custom costume dan pembuatan fans attribute berupa poster, flyer dan banner yang kemudian diakhiri dengan konser tunggal di Amphitheatre Taman Budaya Yogyakarta.

Konser tunggal ini lantas direkam dan dirilis dalam bentuk EP berjudul Macanista oleh netlabel terkemuka asal Yogyakarta, Yes No Wave.

Bagaimana Sangkakala mendeskripsikan musik mereka kepada khalayak yang belum pernah mendengar musik mereka?

"Sangkakala itu liar, brutal, dan permainannya memuaskan," tutur Rudy. "Selebihnya saksikan langsung pertunjukanya jangan percaya dengan mitos, gosip dari tetangga apalagi cuma mendengar secara sayup-sayup," tambah Blankon.

Setelah album dirilis, Sangkakala berencana akan melakukan tur konser. "Pokoknya main musik terus sampai kami tepar!" ujar Rudy sembari tergelak.

"Kalau ada pertanyaan tambahan, silakan hubungi pengacara kami," kelakar Blankon seraya menutup perbincangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar