Selasa, 29 November 2011

Bratwurst Altona



Selain sepak bola dan bir, orang Jerman mengimani satu hal lagi: bratwurst. Bratwurst adalah sosis khas Jerman. Ada ratusan jenisnya. Setiap wilayah punya bratwurst khas masing-masing. Bratwurst tak lagi sekedar hasil olahan daging berbentuk panjang, melainkan sudah menjelma menjadi pride, kebanggaan. Kalau anda pergi ke wilayah Coburg, tapi kemudian memesan Fränkische Bratwurst, bisa-bisa anda didamprat. Karena hal itu menyinggung perasaan orang-orang Fränkische.

Siang yang terik itu, pertengahan bulan Juni, saya pergi mencari barang loak di Altona. Tak seperti pasar loak di Indonesia, pasar loak di Hamburg selalu dibarengi dengan bazar penjual makanan. Saya penasaran ingin mencoba bratwurst. 

Akhirnya saya menemukan stall penjual bratwurst di sudut center park Altona. Stall ini besar, berbentuk tenda. Sang penjual berdiri di tengah tenda, menghadap satu buah pemanggang dengan bahan bakar arang. Diatas pemanggang itu dijejer bratwurst berwarna menggoda. Ada yang berwarna pink, coklat, merah, hingga coklat pucat. Semua menggiurkan, dengan beberapa lintang garis bekas panggangan. Bau wangi menguar di udara.

Saya memesan satu, entah bratwurst apa, saya lupa. Bratwurst ini disajikan dengan satu buah roti bertekstur keras. Bratwurst ini bisa disantap dengan menggunakan saus atau mustard. Menurut lidah saya, sosis ini lebih mantap disantap dengan saus sambal ala Indonesia yang pedas, bukan dengan saus sambal ala Jerman yang rasanya masam, lebih mirip saus tomat. Dan teman sejati sosis panggang ini tentu bir dingin. Aduh, rasanya hari saya akan jadi sempurna ketika melahap bratwurst dan bir dingin. Tapi saya celingukan, kemana para penjual bir ini? Nihil. Hari saya tak jadi sempurna.

Oh ya, saya masih tak tahu apakah bratwurst yang saya makan ini halal atau tidak. Soalnya saya cenderung cuek dan ceroboh mengenai halal dan haram ini. Tapi berdasarkan info dari acara TV Food Safari, bratwurst kebanyakan dibuat dari daging babi, hehehe. Ya sudahlah, kalau itu memang benar babi, semoga tuhan mengampuni dosa saya *nyengir*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar