Senin, 28 November 2011

Brongkos Handayani



Brongkos adalah salah satu makanan khas Jogja, yang sayangnya kurang begitu terkenal. Apalagi jika dibandingkan dengan kemahsyuran gudeg. Brongkos sendiri adalah jenis makanan yang seringkali disamakan dengan rawon, karena memakai bahan dasar yang sama: kluwek.

Yang membedakan brongkos dengan rawon adalah brongkos direbus dengan menggunakan santan. Karena itu kuahnya bertekstur lebih pekat, dan rasanya lebih gurih. Selain itu, jenis isian brongkos pun lebih bervariasi. Biasanya brongkos diisi dengan daging, kikil, kacang tolo, maupun tahu. Sekarang ada pula yang ditambah dengan telur.

Ada beberapa warung brongkos terkenal di Jogja. Salah satunya adalah brongkos Warung Ijo. Warung yang dimiliki oleh Bu Padmo ini sudah melegenda, beberapa kali diliput oleh awak media. Tapi sayang, letaknya agak jauh dari kota. Warung ini terletak di perbatasan Jogja-Magelang, tepatnya di bawah jembatan Krasak. Sampai sekarang saya belum berkesempatan pergi kesana dan mencicipi lezatnya brongkos Warung Ijo.

Salah satu warung brongkos legendaris lainnya adalah warung brongkos Handayani. Kalau yang ini letaknya ada di tengah kota, tepatnya di samping Alun-alun Kidul. Warung brongkos ini sendiri sudah mulai beroperasi sejak 1961. Saya kesana mengajak serta Budi dan Rere, kawan dari Jember yang kebetulan waktu itu sedang plesir ke Jogja. Saat itu saya memesan satu brongkos telur, dua kawan saya itu memesan brongkos daging dan brongkos ayam.

Brongkos telur muncul dengan tampilan yang menggugah selera. Telurnya merupakan telur pindang. Sedang kuahnya berwarna hitam pekat, dengan rasa yang lebih "tebal" ketimbang rawon. Kuahnya juga berasa lebih gurih berkat tambahan santan. Lalu ada kacang tolo dengan jumlah yang generous, juga tahu yang menjadi pelengkap brongkos. Sedang brongkos daging berupa brongkos yang ditambahi suwiran daging yang ditaruh di piring terpisah. Sedang brongkos ayam berupa brongkos dengan ayam goreng biasa. Ketika diseruput, rasanya agak manis, berbeda dengan rawon. Tapi bagi yang tak biasa dengan masakan berasa manis, disediakan sambal dan garam.

Makanan ini pas jika dimakan dengan minuman es degan atau es kopyor. Apalagi jika dimakan siang hari. Aduh, betapa nikmatnya. Es kopyor berwarna merah muda itu tandas dengan cepat, bahkan sebelum brongkos disajikan. 

Untuk harga, makanan ini termasuk terjangkau. Satu porsi nasi brongkos telur dibanderol Rp. 7.000 saja. Lalu untuk es kopyor harganya Rp. 3.00o. Untuk kategori makanan legendaris, harga itu termasuk murah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar