Jumat, 13 Agustus 2010

Putumayo Presents: Asian Lounge 2005, Sebuah Sajian Cross-Cultural Fusion Yang Menghanyutkan



Siang hari di bulan Ramadhan pasti berat bagi banyak orang. Apalagi yang biasa menghabiskan siang untuk cangkrukan sambil minum kopi. Ya seperti saya ini contohnya :)

Untuk menghindari lemah, lesu, dan lemas di siang hari yang panas, saya biasanya menghabiskan waktu dengan membaca buku sambil mendinginkan badan dengan kipas angin yang menyala.

Nah, pasangan yang pas untuk suasana me-time seperti itu adalah tentu saja musik. Tapi masalahnya, musik apa yang cocok didengarkan sambil bersantai dan membaca buku? Jelas saya tidak menyarankan anda mendengarkan lagu Armada. Mendengarkan Armada di siang hari yang panas dan anda sedang berpuasa, rawan membuat anda pergi ke jalan dan menembaki orang-orang secara acak dengan machine gun.

Jadi saya sarankan kalian untuk mendengarkan rilisan keenam dari seri Lounge Putumayo. Bagi siapa yang tidak tahu Putumayo, silahkan cari di google, karena saya tidak akan membahasnya disini.

Saya akan membahas album berjudul Asian Lounge 2005, sebuah album yang berisi koleksi musik-musik fusion lintas kultural yang diinspirasi oleh musik-musik tradisional Asia. Terimakasih untuk bang Martino Midi dengan segala koleksi musiknya yang bikin saya geleng-geleng kepala :D

Track pertama di album ini adalah sebuah lagu Jepang berjudul "Fukaki Umi No Kanata" yang secara harfiah berarti Beyond the Deep Sea. Lagu ini dibawakan oleh Yoshida Brothers. Lagu ini sungguh sangat pas didengarkan di siang hari yang panas. Mendengar lagu ini seperti akan membawa kita berjalan-jalan ke pedalaman Jepang yang hijau, penuh pohon bambu, kicauan burung, dan samurai yang sedang bersemedi di seberang air terjun.

Lagu ini didominasi oleh permainan Tsugaru-Shamisen, sebuah instrumen musik tradisional Jepang yang berasal dari abad ke 16. Instrumen purba ini lantas dikombinasikan dengan instrumen modern macam drum, bass, dan juga permainan synth yang cantik. Mampus!

Lalu musisi bernama Nitin Sawhney membawakan sebuah komposisi India yang sendu berjudul "Koyal" alias Songbird. Track yang dibuka dengan suara kicauan burung ini lantas beranjak sendu dengan penggabungan instrumen musik India klasik (saya sih gak tau apa namanya) dengan instrumen modern seperti bass dan drum. Suara si Nitin ini, masyaallah, syahdu benar. Kita seakan sedang berdiri di tepian sungai Gangga, menyaksikan senja yang merah, dan disebelah kita para pendeta Hindu sedang merapal doa. Magis!

Lantas, yang kental dengan nuansa Bali, ada Blue Asia yang berduet dengan Yoichi Ikeda (mbuh iki sopo, gak kenal). Mereka membawakan sebuah track berjudul Campuhan. Campuhan ini berasal dari kata Bali yang berarti pertemuan dua sungai. Ingat lagunya Slank berjudul Tepi Campuhan? :)

Track menenangkan ini dibuka dengan suara gemericik sungai yang menentramkan. Seakan membawa saya ke pinggir Ubud, berdiri di tengah hamparan hijau sawah dan sungai yang mengalir pelan. Track ini semakin membius dengan nyanyian dengan bahasa Bali yang saya tak tahu artinya apa. "Itu saha itu saha" (kok jadi kaya bahasa Sunda ya?). Lalu suara seruling yang berpadu dengan gamelan, alamakjang! Bikin kita menyandarkan badan di kasur dengan nikmat. Sungguh bisa membuat kita rileks...

Lalu Bali Lounge membawakan sebuah komposisi berjudul Angels of The Islands. Suara Tompi tetap saja khas, dan selalu menyenangkan untuk didengar.

Track paling panjang di album dengan cover berwarna merah menyala ini (11 menit 34 detik) adalah lagu berjudul "Water Down the Ganges" yang dibawakan oleh artis dari Jerman, Prem Joshua dan Manish Vyas. Saya mungkin tak paham-paham amat musik lounge dan chill-out seperti ini, tapi mendengarkan track ini, saya serasa tidur diatas sampan kecil yang berlayar di sungai di tepian kota Varanasi. Lantas pulangnya bercanda dengan anak-anak berkulit coklat sembari menanti senja. Lalu coba dengar di bagian akhir lagu. Permainan saxophone-nya, seperti bisa membawa kita menuju orgasme tingkat dewa (jancuk, bahasane gak keren blas!)

Saya sepertinya memang tak ahli untuk menggambarkan perasaan ketika mendengar musik kalem seperti ini. Rasanya seperti tenang, magis, dan sendu, semua tercampur menjadi satu. Lantas menghasilkan perasaan yang bernama chill out.

Oh ya, sepertinya musik ini enak untuk dipakai pengiring bercinta. Tadi siang seorang kakak tingkat yang sudah beristri dan beranak dua, bilang kalau musik seperti ini sepertinya enak dipakai untuk bercinta.

Matikan lampu kamar, nyalakan lilin, siapkan madu..... Husss!!! Sudah, tak boleh mikir jorok!






Jember 13 Agustus 2010
Setelah berbuka puasa, jadi sepertinya berpikir sedikit nakal tak apa lah :)



Oh ya, yang mau lagu ini, silahkan komen saja, kasih alamat email anda, nanti saya beri link-nya, dan silahkan download sendiri :)

Kamis, 12 Agustus 2010

Komik Favorit Saya Jaman Dahulu Kala

Saya lupa kapan saya mulai menggemari komik. Dulu ayah saya punya koleksi komik-komik kuno yang dibendel jadi satu. Dulu di perpustakaan mini dirumah saya, saya biasa membaca komik-komik dewasa itu. Saya sih lupa apa saja komiknya. Saya hanya ingat beberapa judul, macam Barbarossa si Janggut Merah. Karena kontennya yang untuk dewasa, sedang waktu itu saya masih SD, maka saya tak begitu suka komik-komik Amerika itu.

Lantas ayah saya membelikan beberapa komik yang kontennya sesuai untuk anak seumuran saya. Saya pun sempat punya koleksi lengkap beberapa judul komik. Namun namanya juga anak-anak, tak ada rasa memiliki. Jadinya banyak koleksi komik saya yang hilang tak ketahuan rimbanya. Kalau ingat koleksi komik-komik yang hilang itu, ada sedikit rasa penyesalan.

Selain beli, saya juga kadang menyewa beberapa judul komik. Diantara komik-komik sewaan itu, banyak yang jadi judul favorit saya.

Inilah dia beberapa judul komik yang jadi bacaan saya semenjak kecil:


1. Tintin (Herge)

Tintin adalah seorang manusia super dengan caranya sendiri. Dia adalah wartawan berhati baik, suka berpetualang, serta berjiwa besar. Dalam setiap petualangannya, mulai dari Tibet (Tintin di Tibet), sungai Amazon (Tintin dan Patung Kuping Belah), hingga Bulan (Tintin di Bulan), dia selalu ditemani oleh Kapten Haddock, seorang pelaut bermulut neraka dan pecinta alkohol. Lantas ada Snowy, sang anjing setia berbulu putih yang suka menggerutu. Lalu masih banyak lagi tokoh-tokoh menarik macam detektif kembar nan bloon ,Thompson dan Thomson. Ada juga professor budeg, Professor Calcullus dan pelayan tua, Nestor.


2. Lucky Luke (Maurice De Bevere alias Morris)

Lucky Luke adalah seorang cowboy. Lucky Luke adalah seorang pria. Ia sungguh ideal sebagai seorang cowboy dan seorang pria. Jantan, jujur, jago berkuda, dan jago menembak. Bahkan ada legenda yang mengatakan "Lucky Luke, menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri." Kalau saya membaca Lucky Luke, mendadak saya ingin jadi cowboy. Luke adalah cowboy idola saya. Dalam petualangannya, Luke selalu ditemani oleh Jolly Jumper, sang kuda cerdas (dan bisa berbicara sekaligus menggerutu). Musuh bebuyutan Luke adalah 4 Dalton bersaudara.


3. Natane (Mitsuru Adachi)

Natane adalah judul sekaligus nama karakter perempuan utama di komik karangan Mitsuru Adachi ini. Natane menceritakan tentang kisah 7 orang saudara tiri, lain ibu tapi berayah yang sama. Mereka tinggal di sebuah perkampungan bernama Karakuri. Ternyata mereka adalah anak sang kaisar Jepang. Kisah-kisah seru dan lucu mewarnai komik ini. Dengan Shicimi sebagai tokoh pria utama dan Natane sebagai tokoh perempuan utama, komik ini memiliki unusual love story ala Mitsuru Adachi. Ada beberapa karakter unik di komik ini, seperti Asajiro sang kakak kedua, seorang samurai dan pelukis handal yang tampan. Ada Goma sang kakak tertua, pelawak yang suka makan. Sanpei sang penemu berkacamata tebal. Lalu Shanso sang adik bungsu yang terobsesi dengan segala macam hal tentang ninja. Ada juga beberapa side character yang juga "hidup" seperti Hanzo Hattori sang ninja dari Iga, Hiro sang ketua perkampungan Karakuri yang juga merupakan tangan kanan kaisar, hingga Billy, seorang cowboy bule jago tembak yang menjadi anggota baru 7 bersaudara. Komik ini adalah komik Mitsuru Adachi pertama yang saya baca. Setelah itu, komik dari senpai Adachi selalu menjadi komik favorit saya (Mulai dari H2, Rough, hingga Katsu)


4. Kenji (Ryuchi Matsuda & Yoshihide Fujiwara)

Komik ini menceritakan perjalanan hidup Kenji Goh, seorang yang mencintai beladiri (terutama kungfu). Dimulai dari jilid pertama yang menceritakan bahwa Kenji adalah anak yang energik dan suka membela kebenaran. Di jilid pertama saja Kenji kecil (SD) sudah menghajar seorang anak nakal yang selalu mengganggu anak lemah. Kenji mendapatkan pelajaran kungfu dari kakeknya, Kyotaro Goh. Kyotaro mengajarkan kungfu Delapan Mata Angin, kungfu yang berasal dari Soshu, China. Tapi ajaran kungfu dari Kyotaro sangat ditentang oleh ibu dan ayah Kenji yang lebih mengutamakan pendidikan. Suatu ketika, Kyotaro berpamitan. Pria tua jagoan ini ingin pergi ke China untuk mencari saudara angkatnya yang pernah menolong Kyotaro yang terluka ketika menjadi tentara. Ketika SMP, Kenji masuk ke SMP favorit, dan ia masih tetap belajar kungfu. Selepas SMP, gara-gara perkelahian dengan geng motor, Kenji tidak bisa masuk ke SMA Favorit. Kenji hanya bisa masuk SMA swasta yang penuh dengan anak-anak nakal. Ketika SMA pula, Kenji bertemu dengan seorang pemilik restoran di Yokohama yang menguasai kungfu Delapan Mata Angin. Ia pun belajar pada pemilik restoran itu. Lalu ia bertemu dengan rival seumur hidupnya, seorang lelaki yang penuh dendam, Tony Tan. Suatu hari, Tony Tan yang pernah kalah berkelahi dengan Kenji, menyerbu SMA tempat Kenji bersekolah. Meletuslah tawuran yang berujung duel antara Kenji melawan Tony. Duel ini berhasil dimenangkan Kenji setelah Kenji melepaskan tendangan dahsyat ke dagu Tony yang membuat dia pingsan. Setelah tawuran itu, Kenji diskors oleh sekolah selama 1 tahun. Untuk menghabiskan waktu skors itu, Kenji pergi ke China untuk mencari kakeknya. Dalam perjalanan mencari kakeknya itulah, petualangan-petualangan seru terjadi. Yang menarik dari komik berjumlah 21 jilid ini adalah gambar jurus-jurus kungfunya dibuat dengan detail. Jadi kita merasa jurus di komik ini mudah dan bisa kita kuasai.


4. Desperado (Daiji Matsumoto)

Desperado ini diambil dari judul lagu The Eagles. Komik ini bercerita mengenai Kaoru Shiina, seorang anak yang invisible alias jarang bergaul. Ia tak memiliki hal yang menarik. Hingga ia bertemu dengan seorang bernama Michiya Kurosu, yang mengajarkan ia bermain gitar. Sejak itulah ia mencintai musik, dan membentuk sebuah band bernama The Wild Flower. Komik ini sangat lucu, dengan beberapa adegan yang menyelipkan lagu-lagu keren. Komik ini terdiri dari 4 jilid saja. Ini adalah komik tentang musik favorit saya jauh sebelum Beck terbit :)


5. Kungfu Boy (Takeshi Maekawa)

Komik ini menceritakan tentang kisah Chinmi, seorang jago kungfu yang memiliki pandangan setajam elang dan pukulan yang bisa menghancurkan batu (itu sinopsis di komik ini). Komik yang terdiri dari 37 jilid ini adalah komik favorit masa kecil saya. Dari kisah awal Chinmi yang bertemu dengan Pak Tua yang mengajaknya ke Kuil Dairin, petualangan-petualangan seru, hingga berujung dengan kompetisi kungfu yang diadakan oleh kaisar.


6. Dragon Ball (Akira Toriyama)

Komik legendaris yang menceritakan tentang petualangan Songoku yang mencari 7 buah bola naga. 7 bola yang terkumpul itu akan memanggil seekor naga yang akan mengabulkan satu permintaan. Dalam petualangannya, Goku bertemu dengan banyak karakter menarik. Mulai dari Guru Kamesennin, Kuririn, Yamucha, Burma, Ten Shin Han, Pikorro, Dewa Penguasa, hingga Bezita. Di komik yang berjumlah 42 jilid ini, Goku juga mempunyai istri bernama Chichi, anak sang raja kerbau. Mereka lantas punya anak bernama Songohan. Saya rasa hampir semua anak yang seumur dengan saya pasti membaca komik ini.


7. Master Keaton (Naoki Urusawa dan Hokusei Katsushika)

Taichi Keaton Hiraga adalah seorang pria keturunan setengah Jepang dan Inggris. Dia adalah seorang dosen arkeologi lulusan Universitas Oxford dan detektif asuransi dari salah satu lembaga asuransi terbesar dunia. Dia juga adalah mantan tentara SAS. Dia juga merupakan seorang instruktur spesialis survival. Selain itu dia adalah penerima medali kehormatan gara-gara jasanya dalam perang Falkland. Dia adalah seorang pahlawan yang misterius. Selain jalan ceritanya yang keren, banyak pengetahuan yang saya dapat di komik ini, terutama dalam bidang sejarah dan arkeologi. Keaton juga meyakini bahwa ada peradaban paling tua di daerah sungai Danube. Saya pikir, background Keaton soal arkeologi sedikit banyak mengingatkan saya pada Indiana Jones. Cuma Keaton sedikit lebih keren karena ia adalah seorang ahli survival. Oh ya, dalam kehidupan sehari-hari, Keaton tampak seperti orang biasa yang bloon.