Sabtu, 12 Januari 2013

5 Band Yang (Se)harus(nya) Merilis Album di 2013

1. Sangkakala

Gambar: press release Sangkakala

Bahkan kiamat pun sampai ditunda karena tuhan penasaran dengan album band heavy metal asal Yogyakarta ini. 

Terhitung sejak dirilisnya album Macanista (2009), sudah 4 tahun band ini tak jua mengeluarkan album penuh. Angin segar berhembus ketika pada akhir tahun 2012 single "Kansas (Kami Anak Nakal Suatu Saat Akan Sadar)" dirilis. Pada saat konfrensi pers, kuartet ini mengatakan akan merilis album yang diberi tajuk Heavy Metalitichum pada bulan Desember 2012.

Namun janji tinggallah janji, karena hanya merpati yang tak pernah ingkar janji. Hingga lewat batas kiamat pun, album tak jua dirilis. Tapi kembali angin harapan berhembus. Kemarin malam saya sowan ke Kandang Macan (basecamp Sangkakala). Blangkon memutar beberapa track yang sudah siap kemas dalam album. Menjanjikan! Suara gitar yang meraung-raung, vokal yang berat, bass yang liar, dan drum yang simpel namun bertenaga. This is what I called heavy metal! Selain itu harap waspada dengan reff-reff super catchy yang pasti akan memancing sing a long di setiap konser Sangkakala yang selalu ramai dan liar itu. Selain karena kesibukan pribadi para personel, kerumitan pembuatan kemasan CD dan kaset Heavy Metalitichum membuat saya 'memaafkan' telatnya album mereka dan rela menunggu lebih lama.

Ketika ditanya kapan album siap dirilis, Blangkon menjawab, "Sik enteni, cover-e sik dijahit."

2. GRIBS

Gambar: fanpage GRIBS

Band glam rock asal Jakarta ini mendapat cobaan berat bertubi-tubi sepanjang tahun 2012. Mulai dari keluarnya Dion Blues sang gitaris (yang bisa digantikan dengan sangat baik oleh Eben Andreas), hingga keluarnya Arief Snik dan Rashta sang bassist dan drummer. Meski begitu, GRIBS sempat mengeluarkan single "Remi Mengkaji", sebuah lagu yang liriknya berasal dari puisi almarhum Remy Soetansyah.

Hingga saat ini belum ada kabar kapan album kedua GRIBS akan dirilis. Tapi dari kabar dunia maya, GRIBS akan mengeluarkan single "Gir dan Belati" dalam waktu dekat ini. Dengan pasukan baru, semoga album baru GRIBS masih tetap mencakar seperti album pertama mereka. Oh yeah!

3. Melancholic Bitch

Gambar (sumber)

Band ini sempat masuk masa hiatus yang lama. Menolak disebut sebagai band, melainkan kelompok seni, nyatanya band ini cukup kesusahan berjalan tanpa sang vokalis Ugoran Prasad. Kebetulan, pria berkacamata itu sedang melanjutkan studi di negeri orang (Amerika?). Di sela masa vakum band yang menyebut diri sebagai a collective of cacophonous pantura private detectives ini, para personel lain memang tetap sibuk dengan side projectnya. Namun, penggemar Melbi tetap saja rindu adanya album baru semenjak album Balada Joni dan Susi yang dirilis tahun 2009 silam.

Melalui fan page Melbi, dikabarkan bahwa Ugo sudah berada di Indonesia dan akan tinggal selama 1 tahun. Sepertinya selain gigs, mereka juga harus memikirkan untuk membuat album baru.

4. Taman Nada

Gambar (Sumber)

Selalu menyenangkan mendengar musik folk dari Surabaya. Sebagai kota yang identik dengan musik rock --ingat AKA, Boomerang, atau Padi--, rasanya menyejukkan tiap dengar ada kelompok musik folk datang dari Surabaya. Setelah harapan saya terhadap Silampukau dan Greats harus tumpas, maka saya mengalihkan harapan kepada Taman Nada, sebuah kolektif anak-anak muda yang mengusung musik ala Bob Dylan, Beatles, dan gerombolan folk pecinta psikotropika era flower generation lainnya.

Lagu mereka sederhana, hanya berbekal gitar akustik dan bibir untuk bernyanyi. Tapi lirik-lirik mereka sungguh aduhai indah. Album mereka patut ditunggu, dan memang mereka (se)harus(nya) mengeluarkan album tahun ini. Buat tahu mereka lebih lanjut, simak ini, ini, dan ini

5. Bangkutaman

Gambar (sumber)

Di awal tahun, Bangkutaman merilis kejutan berupa single berjudul "Langkah Baru". Benang merahnya masih sama: masalah urban yang disajikan dengan musik dengan pengaruh Stone Roses dan Bob Dylan. Lagu "Langkah Baru" terdengar segar dengan alunan synth (Hammond?) dan harmonika di akhir lagu. Saya sebenarnya agak waswas. Album Ode Buat Kota sangat bagus, bisa jadi merupakan pencapaian terbaik Bangkutaman hingga saat ini. Kalau tak hati-hati, Bangkutaman akan terjebak bayang-bayang Ode Buat Kota. Semoga itu tak terjadi. Jadi, mari menunggu album baru mereka. Yeah!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar