Jumat, 02 September 2011

Reuni Kecil


Seiring bertambahnya usia, kami sadar bahwa tanggung jawab makin besar. Kurangi waktu untuk bersenang-senang. Mulai tata masa depan. Mungkin itu yang ada di pikiran Zainul, yang akrab dipanggil Zaicob. Pria berkulit langsat ini sudah dua tahun meninggalkan pulau Jawa, dan menjadi barista di pulau Dewata. Tahun lalu ia pulang, tapi tak banyak yang bisa silaturahmi dengannya. Tahun ini rupanya banyak yang bisa. Walau minus dua orang karib kami yang lain: Ade dan Fahmi.

Layaknya reuni kecil, kami pun berkumpul, merayakan kenangan. Baik dan buruk lantas menjadi lucu. Itulah ajaibnya waktu. Ia bisa mengubah luka seperih apapun, jadi tawa yang lantas berderai-derai. Setelah menghabiskan waktu di salah satu kafe di bilangan Kartini, kami meluncur ke Alun-alun. Zaicob ingin berfoto dengan latar belakang huruf "Jember". Norak sekali bukan? Tapi sebagai kawan yang baik, kami mengabulkan permintaannya. Kami pun berfoto di depan kantor Bupati Jember.

Berfoto disana ternyata kurang memuaskan. Spot beralih ke jejeran palem berlampu di depan masjid Jami'. Kami foto dengan berbagai pose. Seakan melampiaskan dendam yang tersumat semasa SMA. Dendam karena jarang dari kami punya barang bernama kamera. Sekarang mumpung kamera sudah jadi barang yang biasa, kami ingin mengabadikan semua kenangan.

"Wah, ini bakalan kita ingat kalo kita tua nanti" celetuk Zaicob haru.

Itu terjadi karena kami bertingkah gila. Entah siapa yang memulai, ada celetukan asal "Ayo foto sambil buka baju". Dan bodohnya, kami semua setuju dengan ide itu. Jadilah kami membuka baju di tengah dingin hawa Jember. Di tengah kota pula. Kami jadi berasa balik ke masa SMA dulu.

Malam telah larut. Dingin makin menusuk. Sepertinya pertemuan tahun ini harus diakhiri. Semoga tahun depan kita bisa bertemu lagi. Membawa cerita yang menyenangkan. Cerita yang bisa mengurai tawa, seperti biasa. Dengan kawan yang lebih lengkap.

Sampai jumpa tahun depan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar