Kamis, 08 September 2011

Kedap Kesendirian


"Meskipun kita traveling sendirian, pada akhirnya kita tak pernah benar-benar berjalan sendirian"
(Suatu malam di tengah jalan)

Tadi malam, diatas motor di tengah jalan, entah kenapa satu kalimat tiba-tiba menyeruak. Kalimat itu adalah kalimat yang saya pakai sebagai opening tulisan pendek ini. Mungkin kalimat itu muncul karena saya sekarang sedang ingin jalan-jalan lagi. Tujuan utama tetap Sulawesi dengan naik CB. Tujuan lain masih belum dipikirkan.

Saya merasa bahwa meskipun saya seringkali traveling sendirian, saya tak pernah benar-benar sendirian. Hal itulah yang seringkali menguatkan saya ketika perasaan kesepian tiba-tiba meruap entah dari mana.

Ketika traveling ke Flores beberapa waktu silam, saya meminjam carrier milik Fahmi. Saya merasa Fahmi ikut traveling dengan saya. Lalu di perjalanan saya bertemu dengan banyak orang, dibantu oleh mereka. Jadi jelas saya tak sendirian. Karena salah satu esensi dari perjalanan adalah bertemu dengan orang baru. 

Juga jangan lupakan doa. Ketika saya traveling, saya tahu ayah, mamak, kawan, atau pacar, mendoakan saya. Doa jadi salah satu teman terampuh yang mengedapkan kita dari kesendirian.

Jadi meskipun kita traveling sendirian, pada akhirnya kita tak pernah benar-benar berjalan sendirian. 

Jember, 08 September 2011

2 komentar:

  1. hehehe, aku gak galau kok. Cuma lagi banyak mikir soal jalan-jalan :p

    BalasHapus