Sabtu, 26 Juni 2010

Selamat Tinggal, Semoga Bahagia

Ujung perjalanan, terkumpul banyak cerita.
Pemberhentian, susah diramalkan, jangan sampai terlewat
Kawan jangan terpencar, ingatlah untuk bersandar
Pemberhentian, susah diramalkan, jangan sampai terlewat

Sudah saat berbenah, sampaikanlah doa, kuatkan kaki kencang bertahan
titipkan semangat pada yang t'lah lelah, tegakkan kaki yang telah tertekuk

Ujung perjalanan, kita lanjutkan cerita
Pemberhentian, susah diramalkan, jangan sampai terlewat
Sudah saat berbenah, sampaikanlah doa, kuatkan kaki kencang bertahan
Titipkan semangat pada yang t'lah lelah, tegakkan kaki yang telah tertekuk

Jika terpaksa, pisah di tengah-tengah langkah
Selamat tinggal, semoga bahagia

***

Masih dari Silampukau. Ini saya beri lirik lagunya yang berjudul Berbenah. Sederhana, namun berbau metafor sekaligus magis dalam waktu bersamaan. Kenapa tiba-tiba saya mempostin lirik ini? Jadi tadi pagi Ayos mendapat kabar bahwa kakak angkatannya di Despro meninggal dunia. Namanya Mbak Sapta, yang menurut Ayos, adalah orang yang periang dan baik hati. Mbak Sapta pula yang memberikan petunjuk mengenai Gili Labak, sebuah pulau kecil di dekat Madura. Meskipun tidak jadi mampir kesana, saya sangat berterimakasih akan petunjuk lengkap yang diberikan.

Only good die young. Hanya orang baik yang mati muda. Gie juga pernah berkata bahwa beruntunglah orang yang bisa mati muda. Slash pernah bilang, live fast die young, yang diambil dari salah satu judul film cheesy 80-an. Apapun itu, saya ucapkan selamat jalan disana mbak. Ayos dan Saya percaya bahwa surga lebih bagus dan indah dari tempat manapun di dunia, mbak pasti bahagia disana. Saya titip salam buat tuhan, bilang sama dia agar jangan panggil saya sebelum mimpi saya terlaksana semua.




Jika terpaksa, pisah di tengah-tengah langkah
Selamat tinggal, semoga bahagia

2 komentar:

  1. jadi ini toh mbak sapta yang ditulis di akhir buku....


    so sad

    BalasHapus