Kamis, 24 Juni 2010

Hidup Setelah Meransel Sejenak

Hai para pembaca yang dilindungi oleh Jim Morrison& Co! Apa kabar? Cukup lama saya tidak menulis di blog ini. Jadi ceritanya, saya dan Ayos baru saja selesai meransel ke Madura. Kami ditemani oleh Dwi Putri Ratnasari, seorang sarjana farmasi yang excellent with morality, yang sebenarnya harus mengerjakan laporan magang, tapi malah termakan oleh bujuk rayu kami. Lalu ada Nurul, yang biasa dipanggil dengan sebutan Lek, seorang mahasiswa IT yang alim nun rajin sholat, yang sepertinya akan menjadi murtad karena terlalu lama bergaul dengan saya dan Ayos.

Apa yang saya dapatkan dari perjalanan kali ini? Banyak. Oleh-oleh? Seperti biasa, saya hanya mampu membawakan oleh-oleh cerita perjalanan, hehehe. Tapi cerita perjalannya masih dikerjakan. Nantinya akan dirangkum dalam ebook baru. Ebook ini rencananya kami beri judul When Will You Come Home. Just wait and see.

Lalu bagaimana dengan hidup anda? Hidup saya sendiri menjadi sedikit kembali segar setelah meransel sejenak. Peluru saya sudah cukup untuk menghadapi semester pendek pertama dalam sejarah perkuliahan saya dan semoga saja semester pendek terakhir. Itu saya anggap sebagai pengorbanan besar untuk mengejar target lulus bulan November 2010. Semoga saja bisa.

Teman saya tadi mengirimkan pesan pendek:

Jangan main melulu. Hidup ini keras kawan.

Ah, dia tak berubah juga. Lebih banyak mengeluh, dan berkeluh kesah. Saya sih cuma tersenyum. Saya anggap itu perhatian. Lalu saya balas pesan pendeknya itu:

Justru aku main ini untuk mengenal dunia. Biar dunia tak menjadi begitu keras :)

Well, apapun itu, selamat bagi yang sudah menyelesaikan ujian akhir semester. Selamat berlibur :)





Surabaya, 24 Juni 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar