Minggu, 18 November 2012

Bagian 1: The Motley Crue


Bab 1

Vince:

Tentang rumah pertama Motley Crue, dimana Tommy pernah terpergok dengan celana melorot dan penisnya masuk dalam sebuah lubang. Nikki membakar karpetnya. Vince mencuri narkotik dari kru band David Lee Roth. Dan Mick terus menjaga jarak dari ketiga orang itu.

***

Nama perempuan itu adalah Bullwinkle. Kami memanggilnya seperti itu karena dia punya wajah seperti rusa. Tapi Tommy begitu mencintainya, meskipun dia bisa mendapatkan perempuan manapun di Sunset Strip. Tommy mencintainya dan ingin menikahinya karena --Tommy terus menceritakan hal ini-- Bullwinkle bisa memuncratkan cairan orgasmenya ke seluruh penjuru ruangan.

Tapi sayangnya, tidak hanya cairan orgasmenya yang ia lontarkan ke seluruh rumah. Tapi juga semuanya: piring, baju, kursi, tinju --pada dasarnya semua yang bisa ia lempar. Dari dulu hingga sekarang, aku bahkan tak pernah melihat perempuan yang sekasar dia. Satu kata atau pandangan yang salah akan membuat dia meledak dalam kemarahan. Suatu malam, Tommy mencoba mencegahnya masuk dengan cara membuat kenop pintu macet --kunci pintunya sendiri sudah sejak lama rusak saat polisi menendang pintu itu beberapa waktu lalu--, Bullwinkle mengambil alat pemadam kebakaran dan melemparnya ke jendela agar bisa masuk. Polisi akhirnya datang lagi malam itu dan menodongkan pistol ke Tommy, sementara aku dan Nikki bersembunyi di kamar mandi. Kami tak tahu siapa yang lebih kami takuti: Bullwinkle atau polisi.

Kami tak pernah memperbaiki jendela itu. Memperbaiki jendela rusak terlalu melelahkan. Need too much work. Orang-orang akan masuk ke dalam rumah kami, yang berlokasi di dekat Whiskey A Go-Go, untuk berpesta, baik melalui jendela yang rusak atau pintu depan yang sudah reot, yang sebenarnya hanya bisa tertutup kalau kami menaruh papan di belakangnya. Aku berbagi kamar dengan Tommy, sedang Nikki, si keparat itu, punya kamar besar yang ia tempat sendiri. Ketika kami menempati rumah itu, sudah ada perjanjian kalau akan ada rotasi kamar, jadi setiap orang akan bergantian menempati kamar seorang diri. Tapi hal itu tak pernah terjadi. Kami terlalu malas. It was too much work.

Saat itu tahun 1981, kami sedang bangkrut, hanya punya sedikit barang beserta seribu piringan hitam 7 inci (berisi demo single kami). Di ruang tamu, ada satu sofa kulit dan sebuah stereo milik Tommy, hadiah natal dari orang tuanya. Langit-langit sudah peyok, karena setiap tetangga kami komplain tentang keberisikan kami, maka kami memukul langit-langit dengan gagang sapu atau gitar. Karpetnya ternoda oleh tumpahan alkohol, darah, dan puntung rokok, dan temboknya hangus.

Rumah kami dikerubuti banyak sekali kutu dan serangga. Jika ingin menggunakan oven, kami harus memanaskannya terlebih dulu selama 10 menit untuk membunuh serangga-serangga di dalamnya. Kami tidak mampu beli pestisida. Jadi untuk membunuh serangga, kami menggunakan hair spray, lalu menyemprotkannya pada korek, dan membakar serangga-serangga itu. Tentu kami mampu membeli (atau mampu mencuri) beberapa benda penting seperti hair spray, karena kamu harus punya benda itu untuk membuat rambutmu berdiri --agar bisa bergaul di klub.

Dapurnya lebih kecil ketimbang kamar mandi, dan baunya tengik. Di dalam kulkas biasanya ada ikan tuna yang sudah basi, bir, sosis merk Oscar Mayer, mayonaise yang kadaluarsa, dan mungkin hot dog jika masih tanggal muda, atau kami mencurinya dari toko yang menjual minuman keras, atau kami patungan untuk beli hot dog. Biasanya, Big Bil, seorang biker seberat 450 pound (kira-kira 204 kg)  dan tukang pukul dari bar Troubador, datang dan memakan hot dog itu. Tentu saja kami tak berani melarangnya dan bilang kalau itu adalah makanan terakhir yang kami punya.

Ada sepasang suami istri yang sering iba pada kami, dan mereka seringkali membawakan semangkok besar spaghetti untuk kami. Saat kami benar-benar tak punya uang, Nikki dan aku akan mengencani gadis yang bekerja di warung makan agar kami mendapat makanan gratis. Tapi kami selalu membawa minuman keras sendiri. Itu menyangkut harga diri bung...

(bersambung)

post-scriptum: Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari bagian 1 buku The Dirt, buku biografi Motley Crue. Saya menerjemahkan bebas beberapa nukilan di buku itu. Ini adalah nukilan yang pertama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar