Rabu, 11 Juli 2012

Blow My Fuse: Cerita Tentang KIX


Beberapa band memang ditakdirkan untuk memulai dari bawah dulu sebelum jadi raja di atas, lalu kemudian untuk kembali terjun ke bawah lagi.

KIX adalah salah satunya.

Band asal Maryland ini dibentuk jauh sebelum era hair metal menggurita. Tahun 1977, Ronnie Younkins (gitar) danDonnie Purnell (bassist) membentuk band yang dipengaruhi oleh band-band hard rock macam  AC/DC, Led Zeppelin dan KISS. Personil bertambah ketika Brian Forsythe, seorang gitaris terhebat di daerah Hagerstown, ikut bergabung. Donnie Spence turut serta untuk menggebuk drum. Namun rumah Spence yang jauh harus membuat Ronnie menjemputnya setiap latihan akan dimulai.

"Sial memang, dia tidak punya kendaraan, jadi kami harus menjemputnya tiap hari untuk latihan" kenang Ronnie.

Steve Whiteman, seorang drummer yang juga jago bernyanyi, dilirik untuk menjadi vokalis. Spence sebenarnya juga mahir bernyanyi. Tapi setelah beberapa kali latihan, diputuskan Steve yang akan mengisi departemen vokal. Steve Whiteman sebenarnya sudah sering manggung bersama band lamanya. Tapi Ronnie yang mencium adanya takdir pada diri Steve, terus membujuk Steve untuk bergabung.

Saat itu, tengah malam, selepas Steve manggung, Ronnie mengajaknya ke mobil. Gitaris berambut gondrong itu lantas memutarkan demo tape band-nya. Maka takdir pun  berlanjut. Steve tertarik dan keesokan harinya ia pindah menuju Hagerstown, kota kecil tempat domisili Ronnie dan Donnie. Mereka lantas menamakan diri mereka sebagai The Shooze.

Setelah beberapa kali latihan, Spence dirasa tidak cocok dan mengundurkan diri dari band. Posisinya digantikan oleh Jimmy Chalfant, penggebuk drum dari berbagai band yang malang melintang di Maryland.

Saat itu akhir tahun 1979. Gelombang hair metal belum juga tampak. Di Los Angeles, beberapa orang mulai bersekutu dan membentuk banyak band yang manggung di bar-bar kecil seputaran Sunset Strip. Di Maryland, cikal bakal KIX pun tumbuh berkecambah.

Lineup klasik mereka adalah Steve Whiteman (vokal), Ronnie Younkins (gitar), Brian Forsythe (gitar), Donnie Purnell (bass, keyboard), dan Jimmy Chalfant. Mereka sempat mengganti nama menjadi The Generators sebelum akhirnya mendapat inspirasi dari sebuah produk sereal dan mengganti nama mereka menjadi KIX.



KIX sendiri mulai rutin manggung di gigs kecil seputaran Maryland. Meskipun kecil, tapi jadwal mereka padat. Enam hari dalam seminggu. Mereka perlahan membentuk fan base loyal. Live show mereka jarang sepi. Mereka sempat dijuluki "Best Live Band Ever" oleh publik Maryland, karena penampilan live mereka yang energik dan meledak-ledak.

Reputasi mereka lantas di dengar oleh beberapa label rekaman. Akhirnya mereka berlabuh di Atlantic Records pada tahun 1980. Tahun 1981 mereka merilis album debut self titled berisi 9 lagu. Ada lagu yang pertama kali dibuat, "Atomic Bomb", lagu rock klasik bernuansa elektronik "Heartache" hingga "Yeah, Yeah, Yeah" yang megah dan tak pernah gagal memancing sing along di setiap konser KIX. Album debut ini lumayan berhasil mengangkat nama KIX.

Saat itu  1981, sumbu hair metal telah dinyalakan dan siap meledak. KIX menjadi hulu ledak bersama Motley Crue yang merilis Too Fast For Love, Night Ranger yang juga melepas album debutnya Dawn Patrol, dan pahlawan hair metal Hanoi Rocks merilis album debut mereka Bangkok Shocks, Saigon Shakes, Hanoi Rocks

Saat itu nama-nama yang kelak meraksasa di skena Hair Metal seperti Ratt, Poison, atau bahkan Guns n Roses, belum merilis album. 

Pada tahun 1982, KIX mengalami goncangan awal. Ronnie, pendiri band ini, dipecat karena ketergantungan narkoba. Ia digantikan oleh Brad Divens. Pada masa ini, KIX merilis album kedua, Cool Kid, tahun 1983. Album ini lebih sukses secara komersial ketimbang album pertama. Beberapa lagu yang menjadi terkenal adalah "Body Talk" yang masih terpengaruh musik elektronik, dimana ketukan drum dan synth terdengar sangat kental di sekujur lagu; "Mighty Mouth" yang kencang dan menunjukan kedigdayaan vokal Steve; hingga ballad romantis berjudul "For Shame".

Tahun 1985 album ketiga KIX berjudul Midnite Dynamite dirilis. Tahun ini juga jadi penanda menderasnya arus hair metal. Nama-nama baru bermunculan di skena hair metal. Mulai Ratt, Warrant, Winger, hingga cikal bakal band-band seperti Cinderella atau Guns N Roses.

Album Midnite Dynamite ini secara musikalitas cenderung lebih pop. Mungkin itu pengaruh dari produser Beau Hill, yang juga turut membidani kelahiran abum-album Ratt dan juga Warrant. Tapi album ini juga masih menyimpan lagu-lagu berdaya ledak tinggi. Simak saja lagu bernuansa funk "Cold Shower" yang lengkap dengan betotan bass Donnie yang yahud; atau "Midnite Dynamite" yang kencang dan dengan segera menjadi lagu klasik di arena rock.

***



Hair metal dengan segera melesat cepat. Tahun 1986 menjadi era dimana banyak band hair metal merilis album debut. Sebut saja Poison --yang merupakan definisi sempurna tentang apa itu hair metal/glam rock-- yang merilis Look What the Cat Dragged In hingga Cinderella yang merilis Night Songs. Pada tahun yang sama, Europe merilis album terbaik dan tersuksesnya, The Final Countdown. Bon Jovi juga merilis album Slippery When Wet yang dengan jumawa memuncaki tangga album Billboard selama 8 minggu dan berhasil terjual sebanyak 12 juta kopi.

Saat itu pula, merebak kejumudan temporer hair metal. Formula musiknya sudah pasti. Dalam satu album hair metal, pasti ada setidaknya satu lagu ballad. Para label rekaman pun memaksa para band hair metal itu untuk membuat lagu ballad untuk dijadikan bahan jualan. Tak terkecuali KIX.

Setelah bertapa nyaris selama 3 tahun, KIX akhirnya merilis album yang kelak disebut sebagai mahakarya, Blow My Fuse. Ada 10 lagu dalam album ini, nyaris semua setara kualitasnya. Album ini bisa disandingkan dengan Dr. Feelgood atau Appetite for Destruction sebagai salah satu warisan terbaik era hair metal.

Sesuai dengan formula yang dicetuskan oleh label, album ini terkenal berkat lagu ballad berjudul "Don't Close Your Eyes". Video lagu itu begitu sering wara-wiri di MTV dan juga memuncaki beberapa tangga lagu di Amerika.

"Awalnya orang-orang yang aku kenal terus berteriak histeris, 'kamu ada di MTV', seperti itu berulang kali. Lalu tanpa pernah kami sadari, lagu itu menadi besar. Album itu laku 500.000 kopi, lalu berlanjut, lagi, dan lagi. Yeah, itu lagu hit. Lagu yang menyentuh banyak orang. Saat itu ada banyak anak muda yang depresi, dan lagu itu seperti menyemangati mereka untuk keluar dari depresi. Lagu yang bagus memang bisa melakukan itu" ujar Ronnie pada suatu wawancara pada tahun 2008.

"Don't Close Your Eyes" berkisah mengenai anak muda korban dari rumah tangga orang tua yang berantakan. Donnie menceritakan kisah yang menyayat: your mama can't solve your problem/ when's daddy ever get home?. Lalu sekaligus menguatkan anak muda yang ingin bunuh diri itu: hold on/ hold on tight// I'll make everything alright// Wake up don't go to sleep/ I'll pray the lord your soul to keep.

Tapi Blow My Fuse bukan sekedar tentang lagu ballad. Ada single rock terbesar mereka, "Cold Blood", sebuah lagu yang kalau diputar akan membuat darah menggelegak dan adrenaline terpacu kencang. Video klipnya begitu gahar. Seorang perempuan seksi yang meliuk-liuk binal, biker botak berwajah angker, punker dengan rambut tegak berdiri, bir, asap rokok, dan KIX yang sedang berada di panggung: menghentak!

Juga ada "Blow My Fuse", "She Dropped Me the Bomb" hingga "Dirty Boys" yang meledak-ledak. Semua lagu ini lantas menjadikan KIX raja di skena hair metal, bersanding dengan nama-nama legendaris lainnya.

***

Tahun 1991, dagangan bernama hair metal mulai diturunkan dari etalase toko label rekaman. Ada dagangan lain yang lebih menjual: grunge. Semua dagangan yang tak laku lantas dibuang ke gudang dan membusuk disana. Tapi KIX masih terus bertahan walau sedikit kesusahan.

Mereka merilis Hot Wire, album kelima mereka pada tahun 1991. Sebenarnya ada beberapa lagu bagus seperti "Hot Wire", "Girl Money" "Pants on Fire (Liar, Liar)" hingga ballad "Tear Down the Walls". Situs Allmusic pun memberikan bintang 4 untuk album ini.

"After the final mixes were put to bed, it was clear that the band had emerged with what proved to be by far their best sounding record ever. From album opener "Hot Wire" through "Hee Bee Jee Bee Crush," it's clear that Whiteman and company's confidence level had never been better." tulis John Franck, sang kritikus tersohor itu.

Tapi sekali lagi, pasar tak menghendaki barang lama seperti hair metal. "The band puts in a valiant effort but unfortunately sounds completely outdated" sambung Franck. Iya, hair metal sudah tak laku lagi. 

KIX masih terus melawan. Mereka merilis Show Business pada tahun 1995, hanya untuk menemukan kenyataan bahwa era hair metal sudah berakhir dan album itu adalah sebuah kegagalan

Setelah hiatus semenjak tahun 1995, KIX sekarang sedang bereuni dan menikmati kembali masa-masa merintis karir dari awal lagi. Mereka manggung dari bar satu ke bar lain. Menjadi band underdog ternyata begitu menyenangkan bagi mereka. Walau begitu, sesekali mereka main di panggung besar dan menikmati ribuan pasang mata yang menyorot mereka, sejenak mengenang masa keemasan mereka. Seperti beberapa saat lalu ketika mereka manggung di Monster of Rock. Mereka masih menunjukkan kenapa mereka pernah dijuluki live band terbaik. Energi mereka masih meluap-luap.

Ya, ada band yang ditakdirkan harus merangkak dari bawah, jadi raja, untuk kemudian merosot turun ke bawah lagi. Sebagian besar berhenti di bawah, sebagian kecil lainnya berusaha untuk naik lagi, walau tak berkeinginan untuk memuncakinya lagi.

 KIX adalah satu dari sebagian kecil itu...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar