Jumat, 08 Agustus 2014

Rock Your Face Off: Setelah Menunggu 19 Tahun



Sejak awal kemunculannya, KIX memang membuat orang menengok. Band hard rock asal Maryland ini tak seperti tipikal band hair metal pada zaman itu. KIX bukanlah band cantik. Mereka tak mengacuhkan make up, membuang semua aqua net, dan menghibahkan semua gincu merah menyala pada jejeran wanita malam di pinggir jalan. 

KIX cuma peduli pada rock n roll. Lain tidak. Oke, mereka masih peduli pada jaket kulit, celana jeans robek, dan sepatu boots. Namun hal sepele macam itu datang setelah musiknya.

Setidaknya itu tampak pada album-album mereka yang straight to the point, riff gitar kasar, dan suara parau yang membuat kuping mengalami orgasmik suara. Album macam Midnite Dynamite (1985) dan Blow My Fuse (1988) membuktikan karakter itu. Dengan album itu pula mereka menangguk kesuksesan dan mendapatkan tempat khusus diantara para pecinta rock.

Selepas hair metal gulung tikar, KIX pun macam beruang grizzly tidur pada musim salju yang nyaris tak berujung. Tak terdengar kabarnya, kecuali bagi para penggemar garis keras mereka. KIX hanya tampil dalam panggung-panggung kecil dalam bar berbau amis. 

Namun tahun 2003 menjadi awal kebangkitan KIX. Steve Whiteman (vokal), duo gitaris Ronnie Younkins dan Brian Forsythe, serta penggebuk drum Jimmy Chalfant, kembali reuni. Sayang, bassist dan pendiri band ini, Donny Purnell tak turut serta. Gantinya adalah Mark Schenker yang pernah bermain dalam band Funny Money bersama Steve. 

Tahun 2008 juga menjadi penanda kembalinya KIX dalam jalur yang benar. Mereka bermain di depan 20 ribu penonton dalam festival Rocklahoma. Mereka juga didaulat sebagai penampil terbaik dalam festival tahun itu.

KIX juga mulai menggarap materi-materi baru. Tahun 2012  mereka merilis DVD Live in Baltimore. Namun album baru tak kunjung dirilis.

April 2014, KIX mengatakan bahwa mereka sudah meneken kontrak dengan label Loud & Proud. Akhirnya, 5 Agustus 2014 mereka merilis album studio ketujuh mereka, Rock Your Face Off. Album pertama mereka sejak 19 tahun lalu.

Reuni dan album baru sebenarnya bukan hal baru bagi banyak band era 80-an. Namun tak banyak yang bisa berhasil menghadirkan musik yang sama seperti awal mereka berkarir. Namun KIX tentu berbeda.

Mari putar track pertama dari album ini: "Wheels in Motion". Nuansanya akan sama dengan lagu di album Blow My Fuse yang dirilis 26 tahun silam. Gitar yang kasar, dan ketukan drum yang danceable. Cocok untuk pesta sampai teler. Sayang, suara Steve Whiteman yang parau nun seksi itu sudah sedikit lebih melunak. Walau tentu saja masih cukup bertenaga kalau hanya untuk menyodok gendang telinga.

"Rolling Honey" juga merupakan lagu yang akan menghapus imej band hair metal yang menye dan cengeng. Lagu ini tipikal lagu hard rock tanpa basa basi. Intro gitarnya mengingatkan pada jurus andalan KIX: hookish dan mudah sekali menempel di ingatan. Jurus macam ini memang lazim bagi band yang terpengaruh oleh AC/DC. KIX memang lebih terpengaruh oleh band asal Australia itu ketimbang band lain yang menjadi panutan bagi gerombolan hair rocker lain, Aerosmith misalnya.

Formula yang sama juga muncul dalam "Rock Your Face Off" yang menampilkan gemuruh gitar bluesy, kemudian langsung diikuti oleh dentum-dentum drum yang berisik dan macam dimainkan dalam pentas perpisahan SMA: bertenaga dan tanpa pretensi apapun kecuali bersenang-senang. 

Bukan band rock kalau tak menyertakan ballad dalam albumnya. "Inside Out Inn" adalah satu-satunya ballad dalam album ini. Namun cukup segar untuk rehat sejenak dari gempuran dentum gitar dan drum sejak awal. Walau tak akan sebesar "Don't Close Your Eyes", tapi lagu ini cukup menyenangkan.

Lagu penutup yang akan tetap membuat mata terus melek adalah "Rock & Roll Showdown". Oke, judulnya sedikit norak. Tapi musiknya rancak. Apalagi di bagian tengah lagu ada duel gitar antara Ronnie dan Bryan. Oh ya, sudahkah anda tahu kalau dua orang gitaris ini adalah dua gitaris dengan chemistry yang kuat dan pesona yang menggetarkan? Tak kalah dengan duet Slash-Izzy; atau Scotti-Snake.

Satu yang patut dihargai dari album ini adalah mereka berhasil melakukannya tanpa sumbangsih Donny Purnell, sang pendiri yang sekaligus banyak menulis lagu hits KIX. Sebelumnya, album ini hanya akan dianggap sebagai album reuni belaka, yang memunculkan nama KIX kembali, sebelum akhirnya kembali dalam tumpukan CD retur.

Namun ternyata album ini berhasil melampaui ekspektasi banyak orang. KIX masih berhasil menghadirkan suasana yang membuat orang jatuh cinta pada mereka puluhan tahun silam. Terutama bagaimana mereka tetap berhasil membuat reff yang catchy. Oh ya, sekedar peringatan, banyak lagu di album ini ada suara latar yang akan menempel di kepala terus-terusan.

KIX memang bukan band hair metal papan atas. Mereka jelas kalah mentereng jika harus dibandingkan dengan Guns N Roses, Poison, Motley Crue, Skid Row, bahkan Cinderella. Lagu mereka yang paling terkenal adalah ballad "Don't Close Your Eyes", yang mungkin tak terlalu mendapat tempat dalam rongga ingatan. Kalah bersaing dengan "I Remember You" dari Skid Row, atau "Every Rose Has Its Thorn" dari Poison. Kecuali kalau anda memenuhi ciri macam berikut: anda adalah orang berusia lebih dari 30-40 tahun; anda pernah punya keinginan bunuh diri namun gagal karena dimotivasi  oleh lagu ini. Dan satu lagi: kalau anda adalah pria masih berusia 26 tahun tapi mencintai hair metal dengan keras kepala dan sedikit norak. Iya, itu saya membicarakan diri sendiri.

Namun KIX tetap punya tempat tersendiri bagi para penggemar hair metal. Mereka bukanlah band industri. Maryland, tempat mereka berasal, adalah daerah kelas pekerja dengan banyak bar semenjana tempat para pemabuk mencari perkelahian. Dari sana pula, KIX mendapatkan karakter yang raw, edgy, dan tak peduli pada polesan industri.

Dan album Rock Your Face Off ini adalah bukti bahwa KIX, sekali lagi, masih bertaji hingga sekarang. Album ini masih sangat mampu merobek-robek wajahmu! []

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar