Kamis, 21 Maret 2013

Sing Sabar Yo Mas


Salah satu bagian penting dari sebuah kontrakan adalah dapur. Itu menurut saya yang suka memasak. Dapur adalah sebuah ruang yang agak susah ditemukan pada kos-kosan. Dapur biasanya lebih banyak ditemui di kontrakan. Dapur menjanjikan keamanan perut bagi penghuni kontrakan. Kala uang menipis misalnya. Kita tinggal menanak nasi sendiri, menggoreng telur, beres. Tak perlu beli makan di luar.

Untung di Jogja saya mengontrak rumah bersama 4 orang lelaki lain, sama-sama dari Jember. Sayang, selayaknya para lelaki, gerombolan lelaki di kontrakan saya begitu malas untuk bersih-bersih. Apalagi bersih-bersih dapur.

Ruang penting dalam kontrakan ini sudah lama sekali dibiarkan berdebu dan jadi peternakan laba-laba. Sesekali ayam masuk untuk numpang buang air. Pernah pula pemilik kontrakan menitipkan vespa buluknya di dalam dapur. Mungkin ia menganggap dapur itu sudah tidak akan pernah terpakai, jadi lebih baik difungsikan menjadi garasi.

Terakhir saya bersihkan dapur itu sekitar 8 bulan lalu, bareng Fahmi yang baru datang dari Kalimantan. Ceritanya saat itu Fahmi sedang galau. Selepas kerja dari Kalimantan, lelaki bujang lapuk itu tak pulang ke rumahnya, Jember, malah mampir tinggal di kontrakan saya untuk beberapa lama. Suatu siang, karena menganggur, saya mengajaknya bersih-bersih dapur. Fahmi setuju. Maka berdua kami bersihkan dapur.

Selepas Fahmi pulang ke Jember buat mencari jodoh, dapur itu sudah tak pernah dibersihkan lagi. Piring berkerak menumpuk. Gelas kotor dibiarkan bergeletakan. Bungkus mie instan menumpuk. Sendok mulai berkarat. Dan ayam masih rutin numpang buang air. Hari ini kami memutuskan untuk menyewa satu tim dari jasa bersih-bersih kontrakan. Selain menyuguhkan kopi, hal yang bisa saya lakukan adalah berucap, "Sing sabar yo mas." Dua orang lelaki pekerja bersih-bersih itu hanya tersenyum simpul. Getir. []

3 komentar:

  1. masih mending di sini deh, dapur masih sesuai khittah. ada Bahriz sama Komo yg seneng masak. gw aja berapa kali dibikinin sarapan sama Bahriz. ge terharu...

    sing sabar yo, Mas...
    *pukpuk*

    BalasHapus
  2. DAN MASIH SAJA DIMODERASI?!
    MALU KAMU, UYAN! MALU!

    BalasHapus
  3. Lucuk, segala-galanya

    BalasHapus